#RewriteBook: 3 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di dunia

Nurlia Tegar Apriani
4 min readNov 2, 2023

Life update: Sudah hampir 2 tahun ini aku tertarik dengan Korea Selatan, apalagi kalau bukan K-Pop dan K-Drama nya. Supaya kegiatan fangirl ku ga sia-sia, aku putusin buat belajar bahasa nya juga. Udah 174 hari sampai hari ini semenjak aku memulainya, sekarang lumayan lah udah bisa bikin kalimat sederhana, yeay.

Belajar bahasa Korea juga membawaku ikut penasaran dengan hal lainnya seperti budaya, sosial, termasuk sistem pendidikan nya.

북촌 한옥마을 source: Unsplash yokeboy

Berawal dari kepo habis sekilas baca headline berita yang bilang kalau Korea Selatan adalah salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Padahal kalau aku lihat di drakor, pemandangan siswa SMA baru pulang sekolah jam 11 malam karena harus sekolah dan les tambahan (Hagwon 학원) itu udah biasa banget. Trus sering baca berita juga kalau betapa tinggi nya stres dan tekanan yang dihadapi siswa SMA Korea Selatan supaya bisa dapat nilai tinggi dan masuk univeristas terbaik. Kok bisa dibilang jadi yang terbaik ya?

Nah, buku “The Smartest Kids in the World” karya Amanda Ripley, jurnalis pendidikan dari Amerika Serikat, akhirnya coba kasih jawabannya. Ripley melakukan penelitian tentang anak-anak jenius dari berbagai negara, gimana cara mereka dibesarkan, dan sistem pendidikan yang mereka jalani dengan ngefokusin penelitiannya ke tiga negara top dalam ujian PISA (Programme for International Student Assement, yang menguji literasi membaca, literasi matematika dan literasi sains), yaitu Finlandia, Korea Selatan sama Polandia.

cover buku The Smartest Kids in the World | source: milik pribadi

Dalam bukunya, kita bakal dikasih tau sama kehidupan sehari-hari anak-anak pintar ini lewat tiga anak pertukaran pelajar Amerika yang dikirim ke negara-negara tersebut. Pendekatan belajar yang menonjol dari tiga negara tersebut adalah gaya belajar yang happy di Finlandia, tekanan yang selalu menghantui siswa Korea Selatan yang harus ikuti bimbel sampai malam, dan tantangan yang dihadapi siswa Polandia yang punya kurikulum sering berubah-ubah.

poin utama sistem pendidikan dari 3 negara tersebut | source: milik pribadi

Semua anak tentunya mengalami culture shock dan perbedaan sistem pendidikan yang ada di negaranya. Tapi yang paling menarik perhatianku adalah ketika anak dari Minnesota Amerika Serikat, Eric, yang ditempatkan di Korea Selatan ikut merasakan tekanan tinggi yang dialami teman sekolahnya. Meskipun pendidikan di Korea Selatan dianggap sistem pendidikan terbaik, tapi menurutnya seorang anak harus bisa mengeksplor dunia, bukan cuma berlari di roda hamster setiap hari.

Ada another good things dari penelitian ini juga keren menurutku, Ripley kasih penjelasan gampang soal berbagai metode dan kebijakan pendidikan di sana. Bahas faktor budaya dan sosial yang bikin sistem pendidikan mereka sukses, termasuk peran siswa, guru dan orangtua. Buku ini ngasih liat tantangan dan kekurangan dari sistem pendidikan yang sukses ini. Jadi bukan cuma cerita sukses aja, tapi juga kasih gambaran yang lebih kompleks tentang hal-hal yang mereka korbanin.

Satu hal yang kita bisa ambil dari buku ini adalah pentingnya kualitas guru dan penghargaan terhadap guru. Menurut Ripley, melatih dan mendukung guru itu kunci suksesnya sistem pendidikan.

Kesimpulanku, ada beberapa elemen yang bisa diambil sebagai inspirasi atau pelajaran dari sistem pendidikan ketiga negara tersebut:

  1. Pendekatan Finlandia: Finlandia dikenal dengan pendekatan pendidikan yang lebih santai, kurikulum yang seimbang, dan pemberian kebebasan dan wewenang pada guru. Meskipun kondisi dan budaya Finlandia berbeda dengan Indonesia, kita bisa belajar tentang pentingnya memahami dan mendukung perkembangan holistik siswa serta memberikan guru otonomi dalam pengajaran mereka.
  2. Pendekatan Korea Selatan: Meskipun Korea Selatan memiliki tekanan belajar yang tinggi, kita bisa belajar tentang komitmen mereka terhadap kualitas guru dan standar akademik yang tinggi. Tapi, kita juga perlu memperhatikan dampak tekanan pada siswa dan mengejar keseimbangan yang lebih baik antara akademik dan perkembangan pribadi.
  3. Pendekatan Polandia: Polandia menghadapi tantangan dalam perubahan kurikulum. Dari sini, kita bisa belajar tentang pentingnya stabilitas dalam kurikulum, yang dapat membantu siswa dan guru dalam memahami dan menjalani program pendidikan dengan lebih baik.

Tapi, ya, buku ini punya beberapa kekurangan. Ripley hanya fokus pada beberapa negara doang, jadi nggak bisa ngasih gambaran lengkap tentang semua sistem pendidikan di dunia. Selain itu, buku ini terbit tahun 2013, jadi mungkin ada perkembangan terbaru di sistem pendidikan di negara-negara itu yang nggak dibahas di buku ini.

Jadi, intinya, “The Smartest Kids in the World” karya Amanda Ripley ini bacaan yang oke banget buat yang tertarik sama kebijakan pendidikan. Buku ini ngebantu kita ngerti apa yang bikin sistem pendidikan di beberapa negara itu sukses. Tapi, inget ya, lanskap pendidikan bisa aja udah berubah sejak buku ini terbit, jadi mungkin perlu cari sumber lain yang lebih baru buat update informasi pendidikan terkini.

Menurutmu, sistem pendidikan negara mana yang cocok diterapkan di Indonesia? Response di bawah ya :)

Hai! Panggil aku Aprinne! Series #RewriteBook berisi rangkuman dari buku yang aku baca, dan akan menulisnya ulang sesuai pemahamanku. Enjoy!

--

--